Tuesday, August 20, 2013

ARTIKEL KESEHATAN


PENILAIAN STATUS GIZI PADA BALITA, BUMIL, REMAJA,
LANSIA, DAN KEADAAN ORANG SAKIT

OLEH :
ARIS CITRA WISUDA
12131011136
arisoesman88@gmail.com

PROGRAM PASCASARJANA KESEHATAN MASYARAKAT
STIK BINA HUSADA
PALEMBANG 
2013

Status Gizi Bagi Balita

Gizi adalah elemen yang terdapat dalam makanan dan dapat dimanfaatkan secara langsung oleh tubuh seperti halnya karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Gizi yang seimbang dibutuhkan oleh tubuh, terlebih pada balita yang masih dalam masa pertumbuhan. Dimasa tumbuh kembang balita yang berlangsung secara cepat dibutuhkan makanan dengan kualitas dan kuantitas yang tepat dan seimbang.
Gizi Balita adalah hal paling utama yang harus diperhatikan oleh orang tua jika ingin tumbuh kembang putra putrinya maksimal. Pemenuhan gizi pada setiap balita merupakan suatu keharusan karena hal ini sangat berpengaruh pada masa depan si buah hati, terutama pada 5 tahun pertama, karena apa yang terjadi selama 5 tahun pertama tersebut sangat menentukan tahun demi tahun pertumbuhan dan perkembangannya. Hal inilah yang seharusnya mendasari setiap orang tua untuk berusaha agar gizi balitanya terpenuhi semaksimal mungkin.
Tapi apa saja sih zat gizi yang dibutuhkan oleh anak kita agar tumbuh kembangnya maksimal?
Berikut beberapa nutrisi penting yang dibutuhkan oleh setiap balita yang sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya.
1. Vitamin A, D, E dan K.
Ke-4 vitamin ini sangat vital bagi pertumbuhan balita Anda. Jadi, usahakan agar asupan vitamin ini terpenuhi setiap harinya. Seperti kita ketahui, vitamin A sangat baik untuk penglihatan dan kesehatan kulit balita kita, sedangkan vitamin D berperan penting dalam meningkatkan penyerapan kalsium serta membantu pertumbuhan tulang dan gigi anak. Sementara vitamin E memiliki antioksidan yang membantu pertumbuhan sistem syaraf dan pertumbuhan sel. Vitamin K membantu pembekuan darah.
2. Kalsium.
Merupakan mineral yang sangat dibutuhkan oleh balita dalam pembentukan massa tulangnya. Kalsium sangat penting untuk membentuk tulang yang kuat sehingga balita Anda terhindar dari patah tulang ketika mulai belajar memanjat dan aktif bermain. Kebutuhan harian balita akan kalsium umumnya sebesar 500mg/hari. Sumber makanan dari kalsium antara lain susu, keju, tahu, brokoli, tomat, oatmeal, kacang-kacangan, dan ikan salmon.
3. Vitamin B dan C.
Fungsi dari vitamin B antara lain meningkatkan sistem syaraf dan imun tubuh balita Anda, meningkatkan pertumbuhan sel, serta mengatur metabolisme tubuh. Sementara vitamin C berfungsi untuk meningkatkan penyerapan zat besi dalam tubuh balita serta mencegah sariawan.
Sumber makanan yang banyak mengandung vitamin B antara lain beras merah, pisang, kacang-kacangan, ikan, daging dan telur. Sementara untuk memenuhi gizi balita Anda dengan vitamin C, Anda dapat memperolehnya dari tomat, kentang, stroberi serta sayur-sayuran hijau.
4. Zat Besi.
Balita sangat membutuhkan zat besi terutama untuk membantu perkembangan otaknya. Jika kebutuhan gizi balita akan zat besi tidak terpenuhi, kemungkinan ia akan mengalami kelambanan dalam fungsi kerja otak. Sumber makanan yang mengandung at besi antara lain daging, ikan, brokoli, telur, bayam, kedelai serta alpukat.
Saatnya bagi para orang tua untuk lebih waspada dalam memenuhi gizi balitanya agar tumbuh kembang si kecil bisa maksimal dan ia berhasil mencapai masa depannya dengan gemilang karena terpenuhinya gizi balita secara maksimal.



A.     Pengertian Gizi
Gizi adalah suatu proses organisme menggunakan makanan yang dikonsumsi secara normal melalui proses digesti, absobsi, transportasi, penyimpanan, metabolisme dan pengeluaran zat-zat yang tidak digunakan untuk mempertahankan kehidupan.  Pertumbuhan dan fungsi normal dari organ-organ, serta menghasilkan energi.
 Tak satu pun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang untuk hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Olehkarena itu, setiap orang perlu mengkonsumsi anekaragam makanan, kecuali bayi umur 1-4 bulan yang cukup mengkonsumsi air susu ibu (ASI) saja. Bagi bayi umur 1-4 bulan, ASI merupakan satu-satunya makanan tunggal yang penting dalam proses tumbuh kembang bayi secara wajar dan sehat.
Makan maakanan yang beranekaragam sangat bermanfaat bagi kesehatan terutama pada ibu hamil. Makanan yang beranekaragam yaitu makanan yang banyak mengandung unsur-unsur zat gizi yang diperlukan baik kualitas maupun kuantitasnya. Apabila terjadi kekurangan atas kelengkapan saah satu zat  gizi pada jenis makanan akan dilengkapi oleh zat gizi serupa dari makanan yang lain, sehingga makanan yang beranekaragam akan menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur bagi ibu hamil serta janin yang ada dalam kandungannya.

B.     Makanan dan Gizi Seimbang bagi Ibu hamil
Makanan dan Gizi seimbang merupakan makan yang cukup mengandung karbonhidrat dan lemak sebagai sumber zat tenaga, protein sebagai sumber zat pembangun, serta vitamin dan mineral sebagai zat pengatur. Kebutuhan nutrisi akan meningkat selama ibu hamil, namun tidak smua kebutuhan nutrisi meningkat secara propesional.
Pada dasarnya menu makanan pada ibu hamil tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. Oleh karena itu, diharapkan tidak ada kesulitan dalm pengaturan menu selama hamil. Selama hamil, calon ibu memerlukan lebih banyak zat-zat gizi pada wanita yang tidak hamil, karena makanan ibu hamil di butuhkan untuk dirinya dan janin yang di kandungnya, bila makanan ibu terbatas janin akan tetap menyerap persediaan makanan ibu sehingga ibu menjadi kurus, lemah, pucat, gigi rusak, rambut rontok dan lain-lain (Purwita Sari, 2009).
Demikian pula bila makan ibu kurang, tumbuh kembang janin akan terganggu, terlebih bila keadaan gizi ibu pada masa sebelum hamil telah buruk pula. Keadaan ini akan mengakibatkan abortus, BBLR, bayi lahir prematur atau bahkan bayi yang lahir akan meninggal dunia. Pada saat bersalin dapat mengakibatkan persalinan lama, pendarahan, infeksi, dan kesulitan lain yang mungkin memerlukan pembedahan. Sebaliknya makanan yang berlebih akan mengakibatkan kenaikan berat badan yang berlebihan, bayi besar, dan dapat pula mengakibatkan terjadinya preeklampsi ( keeracunan kehamilan ). Dan bila makan ibu kurang, kemudian di perbaiki setelah bayi lahir kekurangan yang di alami sewaktu dalam kandungan tidak dapat sepenuhnya di perbaiki.
Makamam ibu sebelum dan selama kehamilan berperan penting dalam ketersediaan asam lemak esensial pada simpanan jaringan lemak ibu. Jenis asam lemak seperti :
1.      Asam lemak Omega 3, yaitu asam lemak linoleat, yang terdiri dari eikosapentaenoat (EPA) dan asam dekosahektaenoat (DHA). Asm lemak Omega 3 pada ibu hamil dan menyusui ini berfungsi mempengaruhi membran sel-sel syaraf, mempengaruhi fungsi otak untuk pertumbuhan dan perkembangan plasenta dan fetus, mencegah asterosklerosis dan penyakait jantung koroner serta penyembuahan penyakit nefritis dan arthritis.
2.      Asam lemak omega 6, yaitu asam lemak linolat (LNA), yang didalam tubuh dikonversi menjadi asam lemak arakidonat yang berfungsi untuk membantu pertumbuhan dan janin bayi serta kseehatan kulit ibu, janin dan bayi.

Dasar perlunya gizi seimbang bagi ibu hamil pada masa kehamilan merupakan masa terjadinya stress fisiologi pada ibu hamil. Karena masa penyesuaian tubuh ibu terhadap perubahan fungsi tubuh. Ibu hamil sebenernya sama dengan ibu yang tidak hamil, namun kualitas dan kuantitasnya di tingkatkan melalui pola makan dengan kebiasaan makan yang baik, pola makan dan kebiasaan makan yang baik disini adalah menu seimbang dengan jenis bevariasi.
WHO mengatakan kehamilan ibu harus menyediakan nutrisi yang penting bagi pertumbuhan anak dan dirinya. Kebutuhan nutrisi pada ibu hamil banyak mendapat perhatian dari berbagai komite di seluruh negara. Di negara berkembang termasuk indonesia masalah gizi masih merupakan masalah kesehatan yang utama dan merupakan penyebab kematian ibu tidak dapat di pungkiri lagi dari masa kehamilan meenjadi saat yang paling berbahaya dalam hidupnya (Derekam,2005)
Di daerah pedesaan banyak ibu hamil dengan malnutrisi atau kekurangan gizi sekitar 23% secara umum penyebab kurang gizi pada ibu hamil tersebut adalah menkonsumsi makanan yang tidak terpenuhi oleh syarat gizi yang di anjurkan, dengan adanya jarak kehamilan dan persalinan yang berdekatan pada ibu hamil dengan tingkat pendidikan serta pengetahuan yang kurang akan menyebabkan tingkat kematian pada ibu meenjadi tingggi (www.info, kes.com, 2007).
Untuk menjaga keseimbangan gizi pada ibu hamil dalam mengatur asupan atau menu makanan ada hal-hal yang perlu di perhatikan selama hamil misalnya :
1.      Menghindari mengkonsumsi makanan kaleng, makanan manis yang berlebihan, serta makanan yang sudah tidak segar
2.      Ibu hamil sebaiknya makan dengan teratur untuk menjaga tubuh agar janin yang ada dalam  kandung bisa menyerap makanan dari ibunya dengan baik
3.      Hidangan yang tersusundari bahan makanan bergizi
4.      Mengunakan anekaragam makanan yang mengandaug banyak nutrisi dengan membeli dan memilih makanan yang segar dan bergizi
5.      Mengurangi bahan makanan yang banyak mengandung gas seperti sawi, kool, kubis dan lain-lain
6.      Menghindari merokok dan minum-minuman keras seperti alkohol dan laiin-lain.
Menu makanan untuk ibu hamil

Pada dasarnya tidak banyak berbeda dari menu sebelum hamil. Jadi seharusnya tidak ada kesulitan dalam pengaturan menu makanan selama hamil.
Contoh menu sehari pada ibu hamil.
Bahan Makanan
Porsi Hidangan Sehari
Jenis Hidangan
Nasi
5 + 1 porsi
Makanan pagi : nasi 1,5 porsi (150 gram) dengan ikan/daging 1 potong sedang (40 gram), tempe 2 potong sedang (50gram), sayur 1 mangkuk
Sayuran
3 mangkuk
Buah
4 potong
Tempe
3 potong
 dan buah 1 potong sedang.
Makan selingan : susu 1 gelas dan buah 1 potong sedang
Makan siang : nasi 3 porsi (300 gram), dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi.
Daging
3 potong
Susu
2 gelas
Minyak
5 sendok teh
Gula
 sendok makan
Makan selingan : susu 1 gelas dan buah 1 potong
Makan malam : nasi 2,5 porsi (250 gram), dengan lauk, sayur dan buah sama dengan pagi/siang.
Makan selingan : susu 1 gelas


C.     Nutrisi Pada Ibu Hamil
Zat makanan sangat penting bagi ibu hamil karena berfungsi untuk perkembangan dan pertumbuhan janin. Oleh karena itu, kebutuhan akan zat makanan harus selalu terpenuhi didalam tubuh ibu hamil karena janin memerlukan gizi untuk perkembangannya.
Menurut Dr. Tina Wardani Wisesa, kehamilan sangatlah memiliki arti yang sangat penting bagi kehidupan perempuan karena dapat mempengaruhi kondisi fisiologis dan kejiwaan. Dijelaskan, dalam masa kini akan terjadi penurunan nafsu makan akibat faktor fisik maupun pisikis sering muncul diawal kehamilan. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya ibu makan dalam jumlah kecil tetapi sering.
Makanan yang dimakan hendaknya tidak kekurangan dan juga kelebihan. Namun, yang pasti haruslah banyak mengandung gizi dan cukup mengandung vitamin dan minralyang banyak diperlukan didalam tubuh ibu hamil. Kebutuhan gizi akan terus meningkat, terutama setelah memasuki kehamilan trimester kedua. Sebab pada saat itu, pertumbuhan janin berlangsung sangat cepat dan berat badan ibu pun naik turun denagan cepat. Pada dua bulan terakhir kehamilan, otak bayi berkembang sangat cepat, karena pada periode ini bayi memerlukan gizi untuk pengembangan otak dan jaringan syaraf.
Hal yang harus diperhatikan, meskipun nafsu makan meningkat yaitu tetap berpegang pada pola makan dengan gizi seimbang dengan menghindari makanan yang berkalori tinggi. Ada beberapa jenis makanan yang harus dihindari oleh ibu hamil, karena kemungkinan membawa bibit penyakit atau parasit tertentu yangg bisa membahayakan janin.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemenuhan nutrisi ibu hamil yaitu:
1.      Ibu harus makan teratur tiga kali sehari.
2.      Hidangan harus tersusun dari bahan makanan bergizi yang terdiri : makanan pokok, lauk pauk, sayuran dan buah-buahan dan diusahan minum susu 1 gelas setiap hari.
3.      Menggunakan aneka ragam makanan yang ada.
4.      Memilih berbagai macam bahan makanan yang segar.
Kegunaan makanan pada ibu hamil
a.      Untuk pertumbuhan janin yang ada dalam kandungan
b.      Untuk mempertahankan kesehatan dan kekuatan badan untuk sang ibu sendiri
c.      Agar luka-luka persalinan cepat sembuh
d.      Guna untuk mengadakan cadangan untuk masa laktasi.

D.     Faktor yang mempengaruhi Gizi Ibu Hamil
1.    Umur
Lebih muda umur ibu hamil, maka energi yang dibutuhkan akan lebih banyak
2.    Berat badan
Berat badan lebih atau kurang dari berat badan rata-rata untuk umur terteentu, merupakan faktor yang dapat menentukan jumlah zat makanan yang harus di cukupi selama hamil.
3.    Suhu lingkungan
Suhu tubuh di pertahankan pada 36,5-37°c yang digunakan untuk metabolisme optimum. Lebih besar perbedaan suhu tubuh dan lingkungan berarti lebih besar pula masukan energi yang di perlukan.
4.    Pengetahuan ibu hamil dan keluarga tentang zat Gizi dalam makanan
Perencanaan dan penyusunan makanan kaum ibu atau wanita dewasa mempunyai peranan yang penting. Faktor yang mempengaruhi perencanan dan penyusunan makanan yang sehat dan seimbang bagi ibu hamil yaitu kemampuan keluarga dalam membeli makanan serta pengetahuan tentang gizi. Dengan demikain, tubuh ibu akan menjadi lebih efisien dalam menyerap zat gizi dari makanan sehari-hari.
5.    Kebiasaan dan pandangan wanita terhadap makanan
Pada umumnya, kaum ibu atau wanita lebih memperhatikan keeluarga dari pada saat ibu hamil. ibu hamil sebaiknya memeriksakan kehamiannya minimal empat kali selama kehamilan.
6.    Aktivitas
Semakin banyak aktivitas yang dilakukan maka semakain banyak energi yang di butuhkan oleh tubuh.
7.    Status kessehatan
Pada saat kondisi tidak sehat maka asupan energi tetap harus diperhatiakn.
8.    Status ekonomi
Status ekonomi maupuun sosial mempengaruhi terhadap pemilihan makanan

TRIMESTER PERTAMA PADA USIA KEHAMILAN -3 BULAN
a.      Merupakan masa penyusunan ibu terhadap kehamilannya
b.      Pertumbuhan janin masih berlangsung lambat sehingga kebutuhan gizi untuk pertumbuhan janin belum banyak
c.      Kebutuhan gizi ibu hamil pada masa ini masih sama dengan wanita dewasa biasa
d.      Diketahui bahwa keluhan yang timbul pada trimester 1 adalh kurang nafsu makan, mual, pusing, halusinasi, ingin makan yang aneh aneh, mual muntah dan lain-lain
e.      Dalam batas tertentu hal ini masih wajar, yang perlu dianjurkan adalahh makan berupa makanan yang mudah dicerna dalam porsi sedikit tetapi sering
f.       Bahan makanan yang baik diberikan adalah makanan kering fdan segar seperti roti panggang, biskuit dan sereal serta buah-buahan segar seperti sari buah.

TRIMESTER KEDUA PADA USIA 4-6 BULAN DAN KETIGA PADA USIA 7-9 BULAN
a.      Pertumbuhan janin berlangsung cepat pada masa ini
b.      50% dari penambahan BB terjadi pada bulan keenam dan ketujuh
c.      Nafsu makan meningkat
d.      Pada masa ini penambahan zat gula diperlukan untukk memelihara kesehatan yang baik.

E.     Dampak kekurangan gizi pada ibu hamil
Dampak yang akan terjadi jika ibu mengalami kekurangan gizi saat hamil bisa menyebabkan seperti :
1.      Anemia gizi besi
Kekurangn zat beesi banyak terdapat di indonesia sehingga ibu hamil di anjurkan agar menkonsumsi tambahan zat besi atau makan yang mengandung zat besi seperti hati ayam dan lain-lain
2.      Kenaikan berat badan yangg rendah selama hamil
Di negara maju rata-rata kenaiakn berat badan selama hamil 12-14 kg. Bila ibu hamil kurang gizi kenaikan berad badan hanya 7-8 kg berakibat melahirkan bayi BBLR. Tetapi, bedasarkan perkembangan terkini juga disampaikan bahwa ternyata penambahan berat badan selama kehamilan tidak terlalu mempengaruhi berat badan janin, kareena ada klanya ibu yaang penambahan berat badannya cukup ternyata berar badan janinnya masih berkurang dan ada juga ibu yang penambahan berat badannya kurang selama kehamilan tetapi janinnya sesuai.
3.      Ngidam dan mual muntah selama kehamilan (hiperemisis garvidarum)
Hipermisis Garvidarum meruupakan komplikasi dari kehamilan yang menyyebabkan mual dan muntah yang terjadi secara terus menerus sehingga menggangu kehidupan sehari-hari dan menimbulkan kekurangan cairan, Ini juga bisa menyeebabkan ibu pingsan dan lemah sehingga memerlukan penangan yang khusus. Namun, biasanya emisis hanya terjadi pada awal-awal kehamilan saat kebutuhan gizi janin belum terlalau besar.

F.     Kebutuhan Gizi pada ibu hamil
1.    Kebutuhan energi
Kebutuhan energi pada ibu hamil tergantung pada BB seblum hamil dan pertambahan BB selama kehamilan, karena adanya peningkatan basal metabolisme dan pertumbuhan janin yang pesat terutama pada trimester II dan III. Direkomendasikan penambahan jumlah kalori sebesar 285-300 kalori perhari dibanding saat tidak hamil. berdasarkan perhitungan, pada akhir kehamilan dibutuhkan sekitar 80.000 kalori lebih banyak dari kebutuhan kalori sebelum hamil.
Pada trimester I energi masih sedikit di butuhkan, pada trimester II energi di butuhkan untuk penambahan darah, perkembangaan uterus, pertumbuhan massa mammae atau payudara, dan penimbunan lemak. Sedangkan pada trumester III energi di butuhkan untuk pertumbuhan janin dan plaseta.
2.   Protein
Tambahan protein diperlukan untuk pertumbuhan janin, uterus, jaringan payudara, hormon, penambahan cairan darah ibu serta persiapan laktasi. 2/3 dari protein yang dikonsumsi sebaiknya berasal dari protein hewani seperti daging, ikan, unggas, telur, kerang yang banyak memiliki nilai biologgi tinggi serta sumber energi nabati banyak terdapat pada kacang-kacangan. Tambahan protein yang dipelukan selama kehamilan sebanyak12 gr/hari.
3.    Karbonhidrat
Karbonhidrat merupakan sumber utama untuk tambahan kalori yang dibutuhkan selama kehamilan. Pertumbuhan dan perkembangan janin selama dalam kandungan membutuhkan karbonhidrat sebagai sumber kalori utama. Selain mengandung vitamin dan mineral, karbonhidrat juga meningkatkan asupan serat serta untuk menceggah terjadinya konstipasi atau sulit buang air besar dan wasir.
4.    Vitamin dan Mineral
Wanita hamil juga membutuhkan lebih banyak vitamin dan mineral dibanding sebelum hamil. ini perlu untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan janin serta proses diferensiasi sel.  Tak Cuma itu, tambbahan zat gizi lain yang penting juga dibutuhkan untuk mmembantu proses metabolisme energi seperti vitamin B1, vitamin B2, niasin, dan asam patotenat. Vitamin B6 dan vitamin B12 diperlukaan untuk membentuk DNA dan sel-sel darah merah, sedangkan vitamin B6 juga berperan penting dalam metabolissme asam amino.
Kebutuhhan vitamin A dan vitamin C juga meningkat selama hamil. begitu juga kebutuhan mineral, terutama magnesium dan zat besi. Magnesium dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dari jaringan lunak. Sedangkan zat  besi dibutuhkan untuk membentuk sel darah merah dan sangat penting untuk pertumbuhan metabolisme energi,disamping untuk meminimalkan peluang terjadinya anemia, kebutuhan zat besi juga dua kali lipat dibandingkan saat hamil.
 Ada beberapa vitamin yang dibutuhkan selama kehamilan seperti :
1.      Asam folat dan Vitamin B12 (Sinokobalamin) yang berfungsi untuk mencegah anemia megaloblastik serta mengurangi resiko defek tabung neural jika dikonsumsi sebelum dan seelama 6 minggu kehamian.
2.      Vitamin B6 (Prtdoksin) yang penting untuk pembuatan asam amino dalam tubuh serta untuk mengurangi keluhan mual-mual pada ibu hamil.
3.      Vitamin C (Asam Askorbat), jika kekurangan vitamin C dapat mengakibatkan keracunan kehamilan, ketuban pecah dini (KPD). Vitamin C berguna untuk mencegah terjadinya ruptur membran, sebagai bahan semen jaringan ikat dan pembuluh darah serta kebutuhan yang diperlukan 10 mg/harilebih tinggi dari ibu tidak hamil.
4.      Vitamin A yang berfungsi untuk pertumbuhan sel jaringan, pertumbuhan gigi, dan pertumbuhan tulang, penting untuk mata, kulit, rambut serta mencegah kelainan bawaan. Bila kelebihan dapat mngakibatkan cacat tulang wajah, kepala dan otak serta jantung. Kebutuhan yang diperlukan 200 RE/hari lebbih tinggi dari pada ibu tidak hamil.
5.      Vitamin D selama kehamilan dapat mencegah hipokalsemia, membantu penyerapan kalsium dan fosfor serta mineralisasi tulang dan gigi. Banyak terdapat pada kuning telur dan susu.
6.      Vitamin E yang berfungsi pada pertumbuhan sel dan jaringan dan integrasi sel darah merah, dan dianjurkan mengkonsumsi melebihi 2 mg/hari.
7.      Vvitamin K bila kekurangan dapat mengakibatkan gangguan pendarahan pada bayi.
8.      Kalsium (Ca) sebagian besar digunakan untuk perkembangan tulang dan janin yang banyak terdapat pada produk susu, ikan ,kacang-kacangan, tahu, tempe dan sayuran berdaun hijau dengan jumlah konsumsi yang dianjurkanpada ibu hamil sebanyak 900-1200 mg/hari.
9.      Fosfor berfunggsi pada pembentukan rangka dan gigi janin serta kennaikan metabolisme kalsium ibu.
10.   Zat besi (Fe) diperlukan untuk mencegah terjadinya anemia.
11.   Seng (Zn) kadar Zn yang dibutuuhkan pada ibu hamil sebanyak 20 mg/hari.
12.   Fluor dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang dan gigi, bila kurang dari kebutuhan gigi tidak terbentuk sempurna dan jika berlebih warna dan struktur gigi tidak normal.
13.   Yodium dapat mengakibatkan kretinisme,jika kekurangan terjadi kemudian perumbuhan anak akan terhambat dan dibutuhkan sebanyak 25 ug/hari.
14.   Natrium memegang peranan penting dalam metabolisme air dan bersifat mengikat cairan dalam jaringan sehingga mempengaruhi keseimbangan cairan pada ibu hamil. natrium pada ibbu hamil bertambah sekitar 3,3 gr/minggu sehingga ibu hamil cenderung menderita edema.

Kebutuhan makanan ibu hamil perhari
Jenis makanan
Jumlah yang dibutuhkan
Jenis zat gizi
Sumber zat tenaga (karbonhidrat)
10 porsi nasi/pengganti
G.   Sendok makangula
4  sendok makan minyak goreng
karbonhidrat
Sumber zat pembangun dan mineral
7 porsi terdiri dari
2 potong ikan/daging @50gr
H.   potong tempe/tahu, @50-70 gr
1 porsi kacang hijau/merah
Protein dan vitamin
Sumber zat pengatur
7 porsi terdiri dari :
I.      porsi sayuran berwarna @ 100 gr
3 porsi buah-buhan @ 100 grm
Vitamin dan mineral
suhu
2-3 gelas
Karbonhidrat, lemak, protein, vitamin dan mineral

G.     Tanda-tanda kecukupan gizi pada ibu hamil (Nadesul,2004)
1.      Berat badan normal sesuai tinggi dan bentuk tubuh
2.      Postur tegak, tungkai dan lengan lurus
3.      Pencernaan nafsu makan baik
4.      Jantung detak dan irama normal, tekanan darah normal sesuai dengan usia
5.      Otot kenyal, kuat, sedikit lemak dibawah kulit
6.      Syaraf perhatian baik, tidak mudah tersinggung, refleks normal serta mental stabil
7.      Vitalitas umum, ketahanan baik, energik, cukup tidur dan penuh semangat
8.      Tungkai kaki  tidak bengkak, normal.
9.      Keadaan umum Responsive dan gesit
10.   Rambut menkilat, kuat, tidak mudah rontook, kulit kepala normal
11.   Kulit liciin, lembab dan seegar
12.   Muka dan leher warna sama, licin, tampak sehat, segar
13.   Bibir licin, lembab, tidak pucat, tidak bengkak
14.   Mulut tidak ada luka, selaput merah
15.   Ggusi merah normal, tidak ada pendarahan
16.   Lidah merah norrmal. Licin tidak ada luka
17.   Gigi tidak berlubang, tidak nyeri, mengkilat, bersih, tidak ada pendarahan, lurus dagu normall
18.   Mata bersinar, bersih, konjungttiva tidak pucat, tidak ada pendarahan
19.   Kelenjar tidak ada pendarahan dan pembesaran
20.   Kuku keras dan kemerahan

H.     Status Gizi Bagi Ibu Hamil
Status gizi pada ibu hamil pada waktu pertumbuhan dan selama hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan janin. Berat badan ibu hamil harus memadai, bertambah sesuai umur kehamilan. Hal ini di karenakan berat badan yang bertambah normal akan menghasilkan bayi yang normal juga.
Kekurangan asupan pada trimester 1 dapat menyebabkan Hiperemisis garvidarum, kelahiran prematur, kematian janin, kegugurandan kelainan pada sistem saraf pusat. Sedangkan pada trismeter II dan III dapat mengakibatkan pertumbuhan dan perkembangan
Janin terganggu, berat badan bayi lahir rendah. Selain itu, juga akan berakibat terjadi gangguan kekuatan rahim saat persalinan dan pendarahan post partum.

Penambahan berat badan status gizi ibu sebelum hamil
Katagori berat (BMI)
Total kenaikan BB (kg)
Penambahan berat
TM 1 (kg)
TM 11 (kg)
Normal (BMI 19,8-26)
12,5-3
2,3
0,49
Kurus (BMI  <19,8)
11,5-16
1,6
0,44
Lebih
7-11,6
0,9
0,3
Obesitas(BMI >19,8)
6
-
-



Status Gizi Pada Usia Remaja

Prinsip Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa

Masa remaja merupakan saat terjadinya perubahan-perubahan cepat dalam proses pertumbuhan fisik, kognitif dan psikososial. Pada masa ini terjadi kematangan seksual dan tercapainya bentuk dewasa karena pematangan fungsi endokrin. Pada saat proses pematangan fisik, juga terjadi perubahan komposisi tubuh.
Periode Adolesensia ditandai dengan pertumbuhan yang cepat (Growth Spurt) baik tinggi badannnya maupun berat badannya. Pada periode growth spurt, kebutuhan zat gizi tinggi karena berhubungan dengan besarnya tubuh.
Growth Spurt :
Permulaan growth spurt pada anak tidak selalu pada umur yang sama melainkan tergantung individualnya. Pertumbuhan yang cepat biasanya diiringi oleh pertumbuhan aktivitas fisik sehingga kebutuhan zat gizi akan naik pula. Penyelidikan membuktikan bahwa apabila manusia sudah mencapai usia lebih dari 20 tahun, maka pertumbuhan tubuhnya sama sekali sudah terhenti. Ini berarti, makanan tidak lagi berfungsi untuk pertumbuhan tubuh, tetapi untuk mempertahankan keadaan gizi yang sudah didapat atau membuat gizinya menjadi lebih baik. Dengan demikian, kebutuhan akan unsure-unsur gizi dalam masa dewasa sudah agak konstan, kecuali jika terjadi kelainan-kelainan pada tubuhnya, seperti sakit dan sebagainya. Sehingga mengharuskan dia mendapatkan kebutuhan zat gizi yang lebih dari biasanya.

Faktor Yang Mempengaruhi Gizi Remaja Dan Dewasa

Faktor yang mempengaruhi gizi pada remaja dan dewasa :
Data terbaru dari kesehatan nasional dan survey pengujian ilmu gizi (NHNES) menyatakan bahwa konsumsi energi wanita dari umur 11 sampai 51 tahun bervariasai, dari kalori yang rendah (sekitar 1329) sampai kalori yang tinggi (1958 kalori).
Konsumsi makanan wanita perlu mempertimbangkan kadar lemak kurang dari 30 % dan tinggi kalsium sekitar 800-1200 mg/ hari. Rata-rata RDA kebutuhan kalsium 1000 mg. selain itu, wanita juga harus memperhatikan unsur sodium, cara pengolahan makanan dan para wanita perlu membatasi makanan kaleng atau makanan dalam kotak.

Kebutuhan Gizi Seimbang

Pada anak remaja kudapan berkontribusi 30 % atau lebih dari total asupan kalori remaja setiap hari. Tetapi kudapan ini sering mengandung tinggi lemak, gula dan natrium dan dapat meningkatkan resiko kegemukan dan karies gigi. Oleh karena itu, remaja harus didorong untuk lebih memilih kudapan yang sehat. Bagi remaja, makanan merupakan suatu kebutuhan pokok untuk pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya. Kekurangan konsumsi makanan, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, akan menyebabkan metabolisme tubuh terganggu.
Kecukupan gizi merupakan kesesuaian baik dalam hal kualitas maupun kuantitas zat-zat gizi sesuai dengan kebutuhan faali tubuh.

Energi

Kebutuhan energi diperlukan untuk kegiatan sehari-hari maupun untuk proses metabolisme tubuh. Cara sederhana untuk mengetahui kecukupan energi dapat dilihat dari berat badan seseorang. Pada remaja perempuan 10-12 tahun kebutuham energinya 50-60 kal/kg BB/ hari dan usia 13-18 tahun sebesar 40-50 kal/ kg BB/ hari.

Protein

Kebutuhan protein meningkat karena proses tumbuh kembang berlangsung cepat. Apabila asupan energi terbatas/ kurang, protein akan dipergunakan sebagai energi.
Kebutuhan protein usia 10-12 tahun adalah 50 g/ hari, 13-15 tahun sebesar 57 g/ hari dan usia 16-18 tahun adalah 55 g/ hari. Sumber protein terdapat dalam daging, jeroan, ikan, keju, kerang dan udang (hewani). Sedangkan protein nabati pada kacang-kacangan, tempe dan tahu.

Lemak

Lemak dapat diperoleh dari daging berlemak, jerohan dan sebagainya. Kelebihan lemak akan disimpan oleh tubuh sebagai lemak tubuh yang sewaktu- waktu diperlukan. Departemen Kesehatan RI menganjurkan konsumsi lemak dibatasi tidak melebihi 25 % dari total energi per hari, atau paling banyak 3 sendok makan minyak goreng untuk memasak makanan sehari. Asupan lemak yang terlalu rendah juga mengakibatkan energi yang dikonsumsi tidak mencukupi, karena 1 gram lemak menghasilkan 9 kalori. Pembatasan lemak hewani dapat mengakibatkan asupan Fe dan Zn juga rendah.

Vitamin dan Mineral

Kebutuhan vitamin dan mineral pada saat ini juga meningkat. Golongan vitamin B yaitu vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin) maupun niasin diperlukan dalam metabolisme energi. Zat gizi yang berperan dalam metabolisme asam nukleat yaitu asam folat dan vitamin B12. Vitamin D diperlukan dalam pertumbuhan kerangka tubuh/ tulang. Selain itu, agar sel dan jaringan baru terpelihara dengan baik, maka kebutuhan vitamin A, C dan E juga diperlukan.

Fe / Zat Besi

Kekurangan Fe/ zat besi dalam makanan sehari-hari dapat menimbulkan kekurangan darah yang dikenal dengan anemia gizi besi (AGB). Makanan sumber zat besi adalah sayuran berwarna hijau, kacang-kacangan, hati, telur dan daging. Fe lebih baik dikonsumsi bersama dengan vitamin C, karena akan lebih mudah terabsorsi.

Pengaruh Status Gizi Pada Sistem Reproduksi

Kebutuhan energi dan nutrisi dipengaruhi oleh usia reproduksi, tingkat aktivitas dan status nutrisi. Nutrisi yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pertumbuhan. Kekurangan nutrisi pada seorang yang mengalami anemia dan kurang berat badan lebih banyak akan melahirkan bayi BBLR (berat badan lahir rendah) dibandingkan dengan wanita dengan usia reproduksi yang aman untuk hamil.

Pendidikan Gizi Pada Wanita Remaja Dan Dewasa

Pendidikan gizi pada wanita remaja dan dewasa diperlukan untuk mencapai status gizi yang baik dan berperilaku gizi yang baik dan benar. Adapun pesan dasar gizi seimbang yang diuraikan oleh Depkes adalah:
  1. Makanlah aneka ragam makanan. Tidak satupun jenis makanan yang mengandung semua zat gizi, yang mampu membuat seseorang hidup sehat, tumbuh kembang dan produktif. Makan makanan yang mengandung unsur-unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh baik kualitas maupun kuantitas. Jadi, mengonsumsi makanan yang beraneka ragam menjamin terpenuhinya kecukupan sumber zat tenaga, zat pembangun dan zat pengatur.
  2. Makanlah makanan untuk mencukupi kecukupan energi. Setiap orang dianjurkan untuk memenuhi makanan yanng cukup kalori (energi) agar dapat hidup dan beraktivitas sehari-hari. Kelebihan konsumsi kalori akan ditimbun sebagai cadangan didalam tubuh yang berbentuk jaringan lemak.
  3. Makanlah makanan sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi.
    Ada dua
    kelompok karbohidrat yaitu karbohidrat kompleks dan sederhana. Proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat kompleks berlangsung lebih lama daripada yang sederhana. Konsumsi karbohidrat kompleks sebaiknya dibatasi 50% saja dari kebutuhan energi sehingga tubuh dapat memenuhi sumber zat pembangun dan pengatur.
  4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai ¼ dari kecukupan energi.
    Lemak dan minyak yang terdapat dalam makanan berguna untuk meningkatkan jumlah energi, membantu penyerapan vitamin (A, D, E dan K) serta menambah lezatnya hidangan. Mengonsumsi lemak dan minyak secara berlebihan akan mengurangi konsumsi makanan lain.
  5. Gunakan garam beryodium. Kekurangan garam beryodium mengakibatkan penyakit gondok.
  6. Makanlah makanan sumber zat besi. Zat besi adalah unsur penting untuk pembentukan sel darah merah. Kekurangan zat besi berakibat anamia gizi besi (AGB), terutama diderita oleh wanita hamil, wanita menyusui dan wanita usia subur.
  7. Berikan ASI saja pada bayi sampai umur 6 bulan dan tambahkan MP-ASI sesudahnya.
    ASI merupakan
    makanan terbaik untuk bayi, karena mempunyai kelebihan yang meliputi 3 aspek baik aspek gizi, aspek kekebalan dan kejiwaan.
  8. Biasakan makan pagi. Bagi remaja dan dewasa makan pagi dapat memelihara ketahanan fisik, daya tahan tubuh, meningkatkan konsentrasi belajar dan meningkatkan produktivitas kerja.
  9. Minumlah air bersih yang aman dan cukup jumlahnya. Aman berarti bersih dan bebas kuman.
  10. Lakukan aktivitas fisik secara teratur. Dapat meningkatkan kebugaran, mencegah kelebihan berat badan, meningkatkan fungsi jantung, paru dan otot serta memperlambat proses penuaan.
  11. Hindari minum minuman beralkohol. Sering minum minuman beralkohol akan sering BAK sehingga menimbukan rasa haus. Alkohol hanya mengandung energi, tetapi tidak mengandung zat lain.
  12. Makanlah makanan yang aman bagi kesehatan. Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus layak dikonsumsi sehingga aman untuk kesehatan. Makanan yang aman yaitu bebas dari kuman dan bahan kimia dan halal.
  13. Bacalah label pada makanan yang dikemas.

Kata Kunci

gizi seimbang, gizi remaja, gizi pada remaja, gizi dewasa, gizi seimbang remaja, kebutuhan gizi pada remaja, kebutuhan gizi remaja, makalah gizi pada remaja, kebutuhan gizi dewasa, Gizi seimbang pada remaja, gizi untuk remaja, gizi seimbang bagi anak remaja dan dewasa, kebutuhan nutrisi pada remaja, gizi seimbang adalah, status gizi remaja, nutrisi pada remaja, gizi seimbang bagi remaja dan dewasa, kebutuhan gizi seimbang dan pengaruh status gizi orang dewasa, kebutuhan nutrisi dewasa, gizi seimbang pada remaja dan dewasa, Gizi Remaja dan Dewasa, gizi seimbang bagi remaja, prinsip gizi bagi anak remaja dan dewasa, gizi seimbang untuk remaja, materi gizi seimbang pada remaja obesitas.



Status Gizi Pada Usia Lanjut
Proses Menua
Proses menua dapat terlihat secara fisik dengan perubahan yang terjadi pada tubuh dan berbagai organ serta penurunan fungsi tubuh serta organ tersebut. Perubahan secara biologis ini dapat mempengaruhi status gizi pada masa tua. Antara lain :
  • Massa otot yang berkurang dan massa lemak yang bertambah, mengakibatkan juga jumlah cairan tubuh yang berkurang, sehingga kulit kelihatan mengerut dan kering, wajah keriput serta muncul garis-garis menetap. Oleh karena itu, pada lansia seringkali terlihat kurus.
  • Penurunan indera penglihatan akibat katarak pada lansia sehingga dihubungkan dengan kekurangan vitamin A, vitamin C dan asam folat. Sedangkan gangguan pada indera pengecap dihubungkan dengan kekurangan kadar Zn yang juga menyebabkan menurunnya nafsu makan. Penurunan indera pendengaran terjadi karena adanya kemunduran fungsi sel syaraf pendengaran.
  • Dengan banyaknya gigi yang sudah tanggal, mengakibatkan gangguan fungsi mengunyah yang dapat berdampak pada kurangnya asupan gizi pada usia lanjut.
  • Penurunan mobilitas usus, menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan seperti perut kembung, nyeri yang menurunkan nafsu makan, serta susah BAB yang dapat menyebabkan wasir.
  • Kemampuan motorik menurun, selain menyebabkan menjadi lamban, kurang aktif dan kesulitan menyuap makanan, juga dapat mengganggu aktivitas kegiatan sehari-hari.
  • Pada usia lanjut terjadi penurunan fungsi sel otak, yang menyebabkan penurunan daya ingat jangka pendek, melambatnya proses informasi, kesulitan berbahasa, kesulitan mengenal benda-benda, kegagalan melakukan aktivitas yang mempunyai tujuan (apraksia) dan gangguan dalam menyususn rencana, mengatur sesuatu, mengurutkan, daya abstraksi, yang dapat mengakibatkan kesulitan dalam emlakukan aktivitas sehari-hari yang disebut dimensia atau pikun. Gejala pertama adalah pelupa, perubahan kepribadian, penurunan kemampuan untuk pekerjaan sehari-hari dan perilaku yang berulang-ulang, dapat juga disertai delusi paranoid atau perilaku anti sosial lainnya.
  • Akibat proses menua, kapasitas ginjal untuk mengeluarkan air dalam jumlah besar juga bekurang. Akibatnya dapat terjadi pengenceran natrium sampai dapat terjadi hiponatremia yang menimbulkan rasa lelah.
  • Incontinentia urine (IU) adalah pengeluaran urin diluar kesadaran merupakan salah satu masalah kesehatan yang besar yang sering diabaikan pada kelompok usia lanjut, sehingga usia lanjut yang mengalami IU seringkali mengurangi minum yang dapat menyebabkan dehidrasi.
  • Secara psikologis pada usia lanjut juga terjadi ketidakmampuan untuk mengadakan penyesuaian terhadap situasi yang dihadapinya, antara lain sindrom lepas jabatan yang mengakibatkan sedih yang berkepanjangan
Batasan usia lansia
Batasan : lansia adalah mereka yang telah diatas usia 65 tahun
Menurut Durmin : Young ederly (65-75 th), older ederly (75 th)
Munro dkk : older ederly dibagi 2, usia 75-84 th dan 85 th
M.Alwi Dahlan : usia diatas 60 th
Menurut usia pensiun : usia diatas 56 th
WHO : usia pertengahan(45-59), usia lanjut(60-74), usia tua(75-90), usia sangat tua(>90)
Status gizi pada usia lanjut
  • Metabolisme basal menurun, kebutuhan kalori menurun, status gizi lansia cenderung mengalami kegemukan/obesitas
  • Aktivitas/kegiatan fisik berkurang, kalori yang dipakai sedikit, akibatnya cenderung kegemukan/obesitas
  • Ekonomi meningkat, konsumsi makanan menjadi berlebihan, akibatnya cenderung kegemukan/obesitas
  • Fungsi pengecap/penciuman menurun/hilang, makan menjadi tidak enak dan nafsu makan menurun, akibatnya lansia menjadikurang gizi (kurang energi protein yang kronis)
  • Penyakit periodontal (gigi tanggal), akibatnya kesulitan makan yang berserat (sayur, daging) dan cenderung makan makanan yang lunak (tinggi klaori), hal ini menyebabkan lansia cenderung kegemukan/obesitas
  • Penurunan sekresi asam lambung dan enzim pencerna makanan, hal ini mengganggu penyerapan vitamin dan mineral, akibatnya lansia menjadi defisiensi zat-zat gizi mikro
  • Mobilitas usus menurun, mengakibatkan susah buang air besar, sehingga lansia menderita wasir yang bisa menimbulkan perdarahan dan memicu terjadinya anemia
  • Sering menggunakan obat-obatan atau alkohol, hal ini dapat menurunkan nafsu makan yang menyebabkan kurang gizi dan hepatitis atau kanker hati
  • Gangguan kemampuan motorik, akibatnya lansia kesulitan untuk menyiapkan makanan sendiri dan menjadi kurang gizi
  • Kurang bersosialisasi, kesepian (perubahan psikologis), akibatnya nafsu makan menurun dan menjadi kurang gizi
  • Pendapatan menurun (pensiun), konsumsi makanan menjadi menurun akibatnya menjadi kurang gizi
  • Dimensia (pikun), akibatnya sering makan atau malah jadi lupa makan, yang dapat menyebabkan kegemukan atau pun kurang gizi.
Kebutuhan gizi lansia
Masalah gizi yang dihadapi lansia berkaitan erat dengan menurunnya aktivitas biologis tubuhnya. Konsumsi pangan yang kurang seimbang akan memperburuk kondisi lansia yang secara alami memang sudah menurun.
Kalori
Hasil-hasil penelitian menunjukan bahwa kecepatan metabolisme basal pada orang-orang berusia lanjut menurun sekitar 15-20%, disebabkan berkurangnya massa otot dan aktivitas. Kalori (energi) diperoleh dari lemak 9,4 kal, karbohidrat 4 kal, dan protein 4 kal per gramnya. Bagi lansia komposisi energi sebaiknya 20-25% berasal dari protein, 20% dari lemak, dan sisanya dari karbohidrat. Kebutuhan  kalori untuk lansia laki-laki sebanyak 1960 kal, sedangkan untuk lansia wanita 1700 kal. Bila jumlah kalori yang dikonsumsi berlebihan, maka sebagian energi akan disimpan berupa lemak, sehingga akan timbul obesitas. Sebaliknya, bila terlalu sedikit, maka cadangan energi tubuh akan digunakan, sehingga tubuh akan menjadi kurus.
Protein
Untuk lebih aman, secara umum kebutuhan protein bagi orang dewasa per hari adalah 1 gram per kg berat badan. Pada lansia, masa ototnya berkurang. Tetapi ternyata kebutuhan tubuhnya akan protein tidak berkurang, bahkan harus lebih tinggi dari orang dewasa, karena pada lansia efisiensi penggunaan senyawa nitrogen (protein) oleh tubuh telah berkurang (disebabkan pencernaan dan penyerapannya kurang efisien). Beberapa penelitian merekomendasikan, untuk lansia sebaiknya konsumsi proteinnya ditingkatkan sebesar 12-14% dari porsi untuk orang dewasa. Sumber protein yang baik diantaranya adalah pangan hewani dan kacang-kacangan.
Lemak
Konsumsi lemak yang dianjurkan adalah 30% atau kurang dari total kalori yang dibutuhkan. Konsumsi lemak total yang terlalu tinggi (lebih dari 40% dari konsumsi energi) dapat menimbulkan penyakit atherosclerosis (penyumbatan pembuluh darah ke jantung). Juga dianjurkan 20% dari konsumsi lemak tersebut adalah asam lemak tidak jenuh (PUFA = poly unsaturated faty acid). Minyak nabati merupakan sumber asam lemak tidak jenuh yang baik, sedangkan lemak hewan banyak mengandung asam lemak jenuh.
Karbohidrat dan serat makanan
Salah satu masalah yang banyak diderita para lansia adalah sembelit atau konstipasi (susah BAB) dan terbentuknya benjolan-benjolan pada usus. Serat makanan telah terbukti dapat menyembuhkan kesulitan tersebut. Sumber serat yang baik bagi lansia adalah sayuran, buah-buahan segar dan biji-bijian utuh. Manula tidak dianjurkan mengkonsumsi suplemen serat (yang dijual secara komersial), karena dikuatirkan konsumsi seratnya terlalu banyak, yang dapat menyebabkan mineral dan zat gizi lain terserap oleh serat sehingga tidak dapat diserap tubuh. Lansia dianjurkan untuk mengurangi konsumsi gula-gula sederhana dan menggantinya dengan karbohidrat kompleks, yang berasal dari kacang-kacangan dan biji-bijian yang berfungsi sebagai sumber energi dan sumber serat.

Vitamin dan mineral
Hasil penelitian menyimpulkan bahwa umumnya lansia kurang mengkonsumsi vitamin A, B1, B2, B6, niasin, asam folat, vitamin C, D, dan E umumnya kekurangan ini terutama disebabkan dibatasinya konsumsi makanan, khususnya buah-buahan dan sayuran, kekurangan mineral yang paling banyak diderita lansia adalah kurang mineral kalsium yang menyebabkan kerapuhan tulang dan kekurangan zat besi menyebabkan anemia. Kebutuhan vitamin dan mineral bagi lansia menjadi penting untuk membantu metabolisme zat-zat gizi yang lain. Sayuran dan buah hendaknya dikonsumsi secara teratur sebagai sumber vitamin, mineral dan serat.
Air
Cairan dalam bentuk air dalam minuman dan makanan sangat diperlukan tubuh untuk mengganti yang hilang (dalam bentuk keringat dan urine), membantu pencernaan makanan dan membersihkan ginjal (membantu fungsi kerja ginjal). Pada lansia dianjurkan minum lebih dari 6-8 gelas per hari.
MENU HARIAN UNTUK LANSIA
Para ahli gizi menganjurkan bahwa untuk lansia yang sehat, menu sehari-hari hendaknya :
  • Tidak berlebihan, tetapi cukup mengandung zat gizi sesuai dengan persyaratan kebutuhan lansia.
  • Bervariasi jenis makanan dan cara olahnya
  • Membatasi konsumsi lemak yang tidak kelihatan (menempel pada bahan pangan, terutama pangan hewani)
  • Membatasi konsumsi gula dan minuman yang banyak mengandung gula
  • Menghindari konsumsi garam yang terlalu banyak, merokok dan minuman beralkohol
  • Cukup banyak mengkonsumsi makanan berserat (buah-buahan, sayuran dan sereal) untuk menghindari sembelit atau konstipasi
  • Minuman yang cukup
Susunan makanan sehari-hari untuk manula hendaknya tidak terlalu banyak menyimpang dari kebiasaan makanan, serta disesuaikan dengan keadaan psikologisnya. Pola makan disesuaikan dengan kecukupan gizi yang dianjurkan dan menu makanannya disesuaikan dengan ketersediaan dan kebiasaan makan tiap daerah.
Menu makanan manula dalam sehari dapat disusun berdasarkan konsep ‘4 sehat 5 sempuna” atau “Konsep gizi seimbang”, sebagai contoh
Kelompok makanan pokok (utama) : nasi (1 porsi= 200 gram)
Kelompok lauk pauk : daging (1 potong= 50 gram), tahu (1 potong = 25 gr)
Kelompok sayuran : bayam (1 mangkok = 1001 gr)
Kelompok buah-buahan : pepaya (1 potong = 100 gr) dan susu (1 gelas = 100 gr)
Kelompok Makanan Jenis Makanan
Karbohidrat : nasi, jagung, ketan, bihun, biskuit, kentang, mie, roti, singkong, talas, ubi-ubian, pisang, nangka, makaroni
Protein hewani : daging sapi, daging ayam, hati (ayam atau sapi), telur unggas, ikan, baso daging
Protein nabati : kacang-kacangan, tahu, tempe, oncom
Buah-buahan : pepaya, belimbing, alpukat, apel, jambu biji, jeruk, mangga, nangka, pisang, awo, sirsak, semangka
Sayuran : bayam, buncis, beluntas, daun pepaya, daun singkong, katuk, kapri, kacang panjang, kecipir, sawi, wortel, selada
Makanan jajanan : bika ambon, dadar gulung, getuk lindri, apem, kroket, kue putu, risoles
Susu : susu kambing, susu kedelai, skim
10 Langkah agar dapat hidup lebih lama, sehat, dan berarti untuk lansia
1. Menciptakan pola makan yang baik, kemudian bersahabat dengannya
Cobalah menciptakan suasana yang menyenangkan di meja makan semenarik mungkin sehingga dapat menimbulkan selera
2. Memperkuat daya tahan tubuh
Makanlah makanan yang mengandung zat gizi yang mengandung zat gizi yang penting untuk kekebalan, seperti : biji-bijian utuh, sayuran berdaun hijau, makanan laut.
3. Mencegah tulang agar tidak menjadi keropos dan mengerut
Santaplah makanan yang mengandung vitamin D. Pada usia diatas 60 tahun kemampuan penyerapan kalsium menurun, vitamin D membantu penyerapan kalsium dalam tubuh, contoh makanan sumber vitamin D adalah susu
4.  Memastikan agar saluran pencernaan tetap sehat, aktif dan teratur
Karena itu harus makan sedikitnya 20 gram makanan yang mengandung serat, seperti biji-bijian, jeruk dan sayuran yang berdaun hijau tua
5. Menyelamatkan penglihatan dan mencegah terjadinya katarak
Santaplah makanan yang mengandung vitamin C, E dan B karoten (antioksidan), seperti : sayuran berwarna kuning dan hijau, jeruk sitrun dan buah lain
6.  Mengurangi resiko penyakit jantung
Yaitu dengan membatasi makanan berlemak yang banyak mengandung kolesterol dan natrium dan harus banyak makan makanan yang kaya vitamin B6, B12, asam folat, serat yang larut, kalsium dan aklium, seperti biji-bijian utuh, susu tanpa lemak, kacang kering daging tidak berlemak, buah, termasuk nanas dan sayuran.
7. Agar ingatan tetap baik dan sistem syaraf tetap bagus, harus banyak makan vitamin B6, B 12 dan asam folat
8. Mempertahankan berat badan ideal dengan jalan tetap aktif secara fisik, makan rendah lemak dan kaya akan karbohidrat kompleks
9. Menjaga agar nafsu makan tetap baik dan otot tetap lentur
Dengan jalan melakukan olah raga aerobik (berjalan atau berenang). Olah raga dilakukan menurut porsi masing-masing usia serta tingkat kebugaran setiap orang.
10. Tetaplah berlatih


Kecukupan Gizi
Kebutuhan gizi lansia setiap individu sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor dibawah ini
  • Umur
  • Jenis kelamin
  • Aktivitas/kegiatan fisik dan mental
  • Postur tubuh
  • Pekerjaan
  • Iklim/suhu udara
  • Kondisi fisik tertentu
  • lingkungan
Angka kecukupan energi dan zat gizi yang dianjurkan untuk manula dalam sehari
Pola susunan makanan untuk manula dalam sehari
KOMPOSISI
LAKI-LAKI
PEREMPUAN
Energi (kal)
1960
1700
Protein (gram)
50
44
Vitamin A (RE)
600
700
Thiamin (mg)
0,8
0,7
Riboflavin (mg)
1,0
0,9
Niasin (mg)
8,6
7,5
Vitamin B12 (mg)
1
1
Asam folat (mcg)
170
150
Vitamin C (mg)
40
30
Kalsium (mg)
500
500
Fosfor (mg)
500
450
Besi (mg)
13
16
Seng (mg)
15
15
Iodium (mcg)
150
150











KELOMPOK MAKANAN
JENIS PANGAN PER PORSI
JUMLAH PORSI DALAM SEHARI


LAKI-LAKI
PEREMPUAN
Bahan pokok
Nasi
(1 piring=200 gr)
3
2
Lauk pauk
Daging (1 ptg=50gr)
Tahu (1 ptg=25 gr)
1,5
5
2
4
Sayuran
Bayam
(1 mgk=100 gr)
1,5
1,5
Buah-buahan
Pepaya
(1 ptg=100 gr)
2
2
susu
Skim
(1 gls=100 gr)
1
1
Menu untuk manula dalam sehari
WAKTU
MENU
PORSI
Pagi
Roti-telur-susu
1 tangkep 1 gelas
Selingan
Papais
2 bungkus
Siang
Nasi
1 piring

Semur
1 potong

Pepes tahu
1 bungkus

Sayur bayam
1 mangkok

Pisang
1 buah
Selingan
Kolak pisang
1 mangkok
Malam
Mie baso
1 mangkok

Pepaya
1 buah



Status Gizi Pada Keadaan Sakit

            Gizi dipengaruhi oleh intake makanan sehari-hari dan komposisi makanan itu sendiri. Misalnya, Adanya gangguan GIT akan menyebabkan gangguan pada pencernaan dan penyerapan nutrisi. Akibatnya penurunan status gizi.
Akibat dari gangguan GIT terhadap status gizi seseorang dipengaruhi oleh:
Cara pemberian makanan
Tempat gangguannya
Asal
Luasnya penyakit
            Contoh pada stomatitis (sariawan). Kalo makin luas, tentu proses intake makanannya juga makin terganggu. Asupan gizi jadi berkurang. Jadi dapat disimpulkan kalau status gizi mempengaruhi intake. Sebaliknya, status gizi dan substansi makanan tertentu juga bisa mempengaruhi kesehatan, baik secara langsung pada saluran cerna ataupun melalui mekanisme sistemik. Misalkan konsumsi makanan yang terlalu pedas, asam, ataupun yang merangsang sekresi asam lambung. Ujung-ujungnya bisa terkena infeksi GIT.
            Bisa juga karena intake kurang, trus kekurangan berat badan. Ujung-ujungnya kekebalan tubuhnya berkurang trus pada saluran cerna bisa mengakibatkan kerusakan mukosa. Kalo kekebalannya berkurang akan mempengaruhi lamanya sakit. Jadinya malah ga sembuh-sembuh. Sakit itu sendiri bisa menyebabkan nafsu makan berkurang. Misal kalo kita pilek mesti rasanya pahit kan kalo buat makan. Trus jadi ga mau makan. Ujung-ujungnya jadi tambah sakit lagi.
            Hal ini dikarenakan keadaan saat kita sakit, misalkan sakit infeksi, BMR akan naik, artinya tingkat metabolisme tubuh meningkat. Dalam artian, semakin cepat proses metabolisme terjadi, semakin cepat butuh asupan makanan. Bila intake makanan kurang mencukupi tingkat metabolisme yang naik tadi (misalkan asupannya masih sama kayak kalo ga sakit), otomatis status gizinya akan menurun karena anggaplah tubuh menjadi ‘kurang gizi’.
            Mekanisme di atas itu juga yang jadi alasan kenapa kok kalo orang sakit kuning biasanya waktu jenguk dikasih sirup. Sirup kan manis (sukrosa) dan mudah diserap. Nah, padahal penyakit infeksi (seperti hepatitis, pokoknya segala macam peradangan) itu BMR-nya naik. Nah, untuk memenuhinya diberi aja sirup yang mudah dicerna. Tapi kalo sekarang, hepatitis ga Cuma dari karbohidrat aja, tapi butuh juga protein. Fungsinya buat memperbaiki struktur organnya.
Tujuan terapi diet untuk penderita gangguan GIT adalah :
Mengistirahatkan organ dimaksukan untuk memberikan kesempatan bagi GIT untuk sembuh
Mencegah progresivitas maksudnya mencegah penyakit semakin berlanjut, dengan mengoreksi defek apa yang terjadi. Disesuaikan dengan makanan yang cocok.
Mencegah kekambuhan
            Nah, untuk mencapai tujuan tersebut, kita tidak hanya melulu memikirkan gizi apa yang cocok (jenis), dipertimbangkan juga dengan bentuk makanan, jumlahnya, frekuensinya, komposisinya, serta jenis penyakit.
Lihat skema ini :
            Intinya, untuk menentukan tujuan diet harus tau organ apa yang kena, trus pathogenesis penyakit itu. Kalo kita tau patogenesisnya, kita bisa cegah di mana dari pathogenesis itu.
            Setelah kita tahu jenis penyakitnya dan pathogenesisnya, identifikasi dulu derajat sakitnya. Dari situ pertimbangkan jenis zat gizi yang diperlukan (modifikasi diet), disesuaikan dengan bentuknya.
Gangguan GIT seperti apa sih yang perlu dilakukan modifikasi diet?
1. Konstipasi >> banyak makan yang mengandung serat
2. Gastroenteritis >> istirahatkan organ dgn memberi intake sedikit2 tp sering, hindari makanan yg memicu asam lambung (alcohol, kopi) dan iritatif (terlalu pedas, asam,dkk)
3. Cholelithiasis >> krn pada pnykit ini tjdi gangguan metabolisme lemak tuh, jadi kurangi makanan berlemak
4. Gastroesophegeal reflux ds
5. Small bowel syndrome
6. Irritable bowel syndrome >> kram perut, kembung, diare atau sebaliknya konstipasi
ULKUS PEPTIKUM
Dietnya:
- porsi kecil, sering
Mengapa setiap kuantitas makanan yang sedikit selalu diberikan sering?? Tujuannya untuk mencukupi kebutuhan gizinya.
SEDIKIT + SERING = CUKUP
- hindari lemak tinggi à low fat, high protein. Soalnya susah dicerna. Tapi kalo susu, masih ada kontroversi. Soalnya susu juga bisa melindungi dinding lambung. So, sesuaikan dengan toleransi dari pasiennya.
- hindari makanan yang menurunkan tekanan sfincter esofagus: coklat, kopi, mints, bawang (individual)
Soalnya kalo sphincter lemah, jadi gampang reflux
- hindari makanan yang merangsang mukosa GIT
- vitamin C à perlu untuk penyembuhan luka
Cara memberinya yaitu dengan tablet salut yang lepas lambat. Jadinya ga dicerna di saluran cerna atas, tapi saluran cerna bagian bawah.
- Hindari minum kopi dan minuman bersoda >> krn memicu sekresi as. lambung
- Gunakan makanan dengan konsistensi lunak >> untuk memudahkan pencernaan
- Hindari minum saat makan
Bahkan dalam keadaan ekstrem ga boleh diberi makanan berkuah. Tujuannya untuk mencegah mual. Soalnya kalo perutnya udah ga enak trus makan berkuah, jadinya perutnya mual.
- Tidak berbaring sesudah makan
- Naikkan posisi kepala >> mencegah terjadinya refluks
- Gunakan antasid/ obat untuk menurunkan asam lambung >> untuk menetralkan asam lambung
- Hindari alkohol dan rokok >> krn merangsang sekresi asam lambung
perhatikan…
      diet dimaksudkan untuk mengistirahatkan organ dengan mengurangi kerjanya, dan menunjang penyembuhan defek, misalkan penambahan vit C pada terapi ulkus peptikum.
Pada dasarnya, modifikasi diet ini diperlukan untuk menunjang penyembuhan. Oleh karena itu, komposisi diet dari 1 penyakit dengan lainnya berbeda.
IRITABLE BOWEL DISEASE
- Biasanya cukup dihilangkan stressnya aja
- Dietnya tergantung gejala. Soalnya ada yang diare, ada yang konstipasi
- Kembung (karena kebanyakan udara)
- Suplemen yang dikasih vit B com, Ca dan D
Rec GI Discomfort
- Semua keluhan pasien tentang perut tidak enak (sebah, kembung, dll)
- Dietnya
rendah lemak: karena susah dicerna
Rendah serat: sama kayak di gastrirtis. Jangan dikasih serat. Soalnya susah dicerna juga. Serat tertentu juga menyebabkan diare dan membentuk gas
Rendah laktosa.
Rendah asam dan tidak merangsang
Tinggi karbohidrat dan protein karena mudah dicerna lambung
Porsinya dikurangi
HEPATITIS
Apa tuuh? Hepar = hati, -itis = radang, jadi kalo di gabung,artinya hati mengalami peradangan.
Masih kuat kan?Tancaap..!!
Syarat Diet:
      - Energi adekuat (30-35 Kal/ kg BB).
Ini tergantung aktivitasnya, usia, jenis kelamin, sama status gizinya.
Misal udah gemuk ya cukup dikasih 20 kal/ kg BB aja.

      - Tinggi protein (1-1,2 g/ kgBB),
emang berapa sih kadar protein normal di perlukan tubuh? (0,8 g/kgBB)

      - karbohidrat cukup (50-55% total energi)

      - Suplemen vitamin B com, vit C, Zn.
Ada yang tahu mengapa vitamin C di jodohin ma Zn?karena org tua mereka setuju??salah!!! karena..Vitamin C suka tuh ma Zn, Zn inilah yang membantu penyerapan vit C. (coba lihat iklan di TV..mengandung vit C 1000mg plus Zn).
      - Cukup cairan. Soalnya ada demam. Kalo cairannya ga cukup, ga bisa nurunin demamnya.
      - Porsi kecil, sering >> hayo alasan kenapa kok mereka selalu bersama??
Nice to know
Kalo hepatitis, reaksi peradangan. Di sini butuh protein tinggi untuk memperbaiki kerusakan.
Kalo sirosis, terjadi perkerutan. Kasih proteinnya jangan yang tinggi (karena justru akan mempercepat kematian)
PENYAKIT SALURAN EMPEDU
Biasanya karena
- obesitas,
- konsumsi lemak yang tinggi,
- dislipidemia,
- penurunan berat badan yang cepat
Dicegahnya dengan
- mengendalikan berat badan.
- Membatasi lemak
- Membatasi gula murni (seperti gula pasir, permen) Harus dikurangi soalnya mudah diserap. Kalo mudah diserap berarti akan mudah lapar. Jadinya makan lagi deh.
- Menghindari penurunan berat badan secara singkat
DUKUNGAN NUTRISI
Modifikasi makanan dapat dilakukan dalam hal jumlah, tekstur, frekuensi, jenis, komposisi, cara pemberian.
Variasi tidak termasuk. Kalo untuk orang sehat dianjurkan, tapi kalo orang sakit ga. Orang sakit udah bisa makan aja udah Alhamdulillah.
Dukungan nutrisi bertujuan untuk memelihara atau memperbaiki status gizi
Bentuk makanan: padat, lunak, cair
Jalur pemberian: oral, enteral, parenteral
     à Rute enteral: oral dan tube feeding
      Rute parenteral: central dan peripheral
Pemilihan sesuai dengan kondisi pasien
Cara pemberiannya ada 3 kan,,apa aja??
Oral: dapat makan biasa; bentuk padat/ lunak / cair
Enteral: blenderized/ cair; formula komersial/ racikan
Parenteral: formula khusus
Apa hayo beda nya oral dan enteral??
Oral tu lewat mulut, nah lo, kalo enteral lewat mana dong? Mulutnya kan Cuma satu..ya lewat lubang lain lah,,bisa dari hidung pake tube feeding, kalo ga salah denger kemaren dr.Budiyanti bilang, bisa dilewatkan langsung dari dinding abdomen ke gaster..caranya? dibuatin pipa penghubungnya.
Kalo parenteral diluar enteral.
“Selama saluran cerna masih berfungsi, hindari parenteral”
Ini ni rumus dari beliau, meninjau dari beberapa efek negative pemberian parenteral, such as infeksi, efek sistemik yg berbahaya, misalkan kalo alergi,dll.
NUTRISI ENTERAL
Pemberian melalui saluran cerna, menggunakan pipa atau kateter yang diberikan bila asupan oral tidak adekuat. Juga meliputi pemberian makanan cair atau formula peroral dengan tujuan sebagai suplemen atau pengganti makanan.
Benefit nya (enteral dibandingkan parenteral) :
o mencegah terjadinya tukak stress
o menekan respon hipermetabolik
o maintenance struktur dan fungsi usus (sekresi IgA, musin, mencegah atrofi usus, stimulasi enzim digestif, fungsi absorbsi, dan barrier)
o proteksi terhadap sepsis dan kegagalan organ multipel
o lebih ekonomis (1/10 – 1/3 dibanding parenteral)
o lebih aman
Hal-hal yg PERLU diperhatikan :
a. kondisi pasien
b. jalur masuknya makanan dan          penempatan ujung pipa
c. ukuran pipa
d. jangka waktu pemberian
e. volume makanan
f. toleransi sistem saluran cerna
g. bahaya/ potensi komplikasi


JALUR ENTERAL
1. Pipa nasoeneterik à nasogastrik (NG); nasoduodenal (ND)/ nasojejunal (NJ)
2. Pipa enterostomi :
Percutaneous endoscopic gastrostomy (PEG), duodenostomy, jejunostomy;
Fluoroscopically inserted percutaneous endoscopic gastrostomy
3. Surgical eneterostomy;
4. Cervical pharyngostomy, Oesophagostomy;
5. Surgical gastrostomy, jejunostomy
Lebih lanjut>>hubungi Dorland aja ya..
Tim Dukungan Nutrisi
Tim ini dibentuk untuk memberi dukungan nutrisi
TDN: suatu tim lintas bidang yang bertugas untuk memberikan dukungan nutrisi bagi pasien secara terkoordinir dan sistematis
Terdiri dari: dokter, dietisian, perawat, ahli farmasi yang masing-masing memiliki tugas dan tanggung jawab
TDN harus dapat menjamin bahwa nutrisi yang diberikan aman, tepat, efisien dan ekonomis
DIETISIEN >> mungkin maksudnya untuk mencapai efisiensi suatu diit yg dilakukan, dibutuhkan sbb :
Skreening gizi dan identifikasi pasien risiko tinggi
Melakukan px. status gizi
Menghitung kebutuhan energi dan protein
Menterjemahkan resep menjadi makanan dan/ atau pemilihan tube feeding
Monitoring dan mencatat intake protein dan energi
Menyediakan formula yang dibutuhkan



DAFTAR PUSTAKA

Francin, P. Gizi Dalam Kesehatan Reproduksi. EGC, Jakarta:2005.
Almatsier, S. Perinsip Dasar Ilmu Gizi. Penerbit: PT.Gramedia Pustaka Utama. Jakarta: 2006.
Sediaoetama, Drs. Ahmad Djaeni. Ilmu Gizi. Penerbit : Dian Rakyat. Jakarta : 2006.
Kartasapoerta, Drs. G. Ilmu Gizi. Penerbit : Rineka Cipta. Jakarta : 2003.
http//www.google.com//gizi buruk//2008.
Supariasa. et.al. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC.